Lelaki Ingin Tampak Wibawa

Aku sudah tidak ngantuk lagi. Orang bilang karena kopi. Aku bilang karena banyak pikiran. Ternyata berpikir menyita banyak waktu. Pada akhirnya, yang kutemukan adalah sebuah pertanyaan: siapakah aku?

Manusia memang tak pernah berhenti mencari jawaban terbaik, meski tak ada yang dapat memuaskan pertanyaan.

Ketika menemukan sebuah jawaban, sering dari jawaban itu menjadi kegelisahan. Dan lahir lagi berbagai pertanyaan lain. beranak-pinak.

Semakin banyak pertanyaan membuatku semakin butuh banyak waktu untuk berpikir.

Aku mengidap insomnia!

Hidup menawarkan banyak hal: mimpi, masa depan, cinta dan kawan-kawannya yang rumit dan tak selesai hanya dengan sekali berpikir.

Siapakah aku?

Siapa peduli siapa aku?

Lelaki dengan suara lemah tak berkarismatik. Pemilik sejuta kalimat ilusi, yang tak kunjung mendapat pendengar.

Ya, apa asyiknya berbicara tanpa didengar? Hingga akhirnya kehilangan volume dan wibawa.

Terlalu merendahkan diri di sisi lain menjadikanku tampak bodoh. Tapi berusaha menghargai orang lain adalah dilema. perang batin bersumber iri yang hina.

Tak bisa dipungkiri, lelaki ingin tampak wibawa!

Hanya, sebagian orang memilih ketegasan yang tidak kumiliki. Aku memilih sisi lembut yang terkesan lemah.

Maka wajar jika orang tidak tertarik bahkan memberi harga murah pada kata-kataku. Lebih sering mengacuhkannya.

Melompat ke hal asmara. Aku sudah gagal dan gagal lagi . Terlalu mencintai membuatku semakin takut kehilangan. Ketakutan menjadikanku bodoh!

Sementara, siapa yang takut kehilangan diriku?

Lalu, apakah aku ini terlalu anti-kritik? Tidak juga. Aku justru lebih banyak menjadi pendengar. Hanya saja, aku miskin solusi.

Sebuah pernyataan menyakitkan pernah menghunus hatiku: aku bukan tempat bertanya yang baik.

Siapa yang dapat menjadi lelaki jika kalimatnya tidak dihargai?

Tapi hatiku masih cukup untuk menampung hal menyakitkan itu. Hal yang tidak bisa diterima adalah adanya orang lain yang lebih bersinar di mata kekasih.

Cemburu? Jelas. Tapi perasaan tidak berarti akan timbul menjadi prahara di batin. Mengundang pertanyaan: siapakah aku?

Ah, sudahlah. Aku tetap harus berbenah. Harus lebih banyak autokritik. Banyak berpikir dan berbuat untuk masa depan.

Suatu saat akan ada orang yang tidak hanya mendengar, tapi juga menghargai kata-kataku. Karena penghargaan jadi power untuk mencintai lebih kuat.

Ini malam, bab pertama berakhir. Sulit jatuh cinta artinya akan sulit melupakan seseorang yang dicintai. Tapi ketika aku kehilangan arti, aku harus segera tahu diri.

Aku tak tahu apa yang akan terjadi pada bab selanjutnya. Hidup selalu menyuguhkan banyak hal, sayangnya, lelaki ingin tampak wibawa!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lelaki Ingin Tampak Wibawa"

Post a Comment