Kau

Bandarlampung, 19 May 2013

Selembar kertas menampung rasaku, meluap sampai ke tepinya
biar kau baca suatu waktu sampai habis malam
:kau akan tahu siapa aku.
semua tumpah di situ
Jika kau benci, robek saja kertas itu
maka kau pun berhasil merobek hatiku

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kau"

Post a Comment