Cinta dari kacamataku

Cinta dari kacamataku

Bandarlampung, 19 May 2013

Cinta itu anak panah yang meluncur dari busurnya
menembus hati dan menaklukkannya
meski sakit, tak seorangpun dapat menghindari bidikannya
dan anak panah itu pula yang menembus dan menemukan sesuatu yang tersembunyi
biar saja mereka bersatu karena ada yang lebih sakit: menutupi perasaan dari orang lain
bukannnya rasa sakit itu akan terasa sirna jika ada nikmat yang menandingi?
Bagiku, cinta serupa nikotin yang melekat di paruku
juga sakit, cuma aku merasa nyaman
itu persepsiku, terlepas orang mau bilang apa
Cinta tak habis untuk diterjemahkan
atau mungkin tak bisa dimaknai secara utuh
bak matahari yang menyengat, lalu kepergiannya bikin gelap dan dirindukan
kita akan airf jika memandangnya dari sudut yang tepat
bukan saja dari satu sisi yang bikin perdebatan
cinta bukan sengketa, yang dilihat dari pertikaiannya
lebih pada memahami hal yang sulit dimengerti
karena dunia begitu luas, sedang tangan tak mampu menggenggam
cinta jadi ruang yang nyaman untuk memahami dunia secara bijak
memahami rasa sakit dan apa yang berada di dalamnya
juga memahami orang lain yang kadang sulit diterima, namun sebenarnya dibutuhkan
dan memahami diri sendiri dari sudut pandang orang lain dengan menyingkirkan lebih dulu rasa sakit
lalu kita akan tahu manis dan nikmatnya dengan cara apapun cinta dianalogikan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cinta dari kacamataku"

Post a Comment