Bertanya pada Semut

Aku ingin bertanya pada semut-semut yang belum tidur selarut ini. Apa yang membuat dunia ni tidak membosankan? Apakah karena mereka lebih kecil dariku sehingga merasakan dunia ini begitu luas dan banyak hal baru yang belum di lewati? Selalu ada yang mengundang rasa penasaran mereka? Namun aku juga sama, belum menapaki semua daratan dunia ini, belum juga merenangi semua perairan yang luas, masih banyak yang belum aku rasakan. Tapi aku merasa bosan, aku merasa tak ada kelezatan yang menggiurkan. Tuhan, ampuni aku yang tak pandai mensyukuri nikmat-Mu. Ampuni aku yang mudah lelah sebelum Kau suguhkan keberhasilan untukku. Kebosananku itu sebenarnya adalah bentuk kebosanan terhadap sikapku sendiri, sikap-sikap rendahan yang tak bijak untuk kemudian harus bertanya kepada semut yang begitu asyik menikmati dunia ini.

Lempar aku ke dalam kesadaranku. Biar aku berpikir lebih dalam siapa aku. Biar aku sadar, aku ini siapa?

Barangkali saja ada yang dapat merasakan takdir selunak roti, nikmat. Tapi bagiku itu kenyataan yang yang sulit diterima. Memaksa diri menempuh keadilan Tuhan. Banyak hal yang belum kupahami. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bertanya pada Semut"

Post a Comment